Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menempatkan pengentasan kemiskinan ekstrem sebagai prioritas pembangunan tahun ini, dengan sekitar 2.700 warga masih terdaftar sebagai miskin ekstrem. Wakil Bupati Nurul Adha menekankan pentingnya verifikasi data untuk memastikan program penanganan tepat sasaran. Target nasional adalah mencapai 0 persen kemiskinan ekstrem pada 2026.
Pemkab juga merencanakan studi tiru ke daerah lain yang sukses menangani masalah serupa. Selain itu, sinkronisasi data kepesertaan BPJS dengan data kemiskinan menjadi tantangan, dengan sekitar 109.000 peserta BPJS yang perlu diselaraskan dengan 96.000 jiwa tercatat sebagai miskin.
Komentar 0