Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) merekomendasikan agar pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam pengembangan bensin berbahan baku batu bara. Ketua Umum Perhapi, Sudirman Widhy, menyebut Danantara dapat berkolaborasi dengan BUMN seperti PT Bukit Asam dan PT Pertamina untuk mendanai proyek ini, yang memerlukan investasi besar. Meskipun teknologi pengolahan batu bara menjadi bensin sudah ada, tantangan utama terletak pada biaya modal dan operasional yang tinggi.
Prabowo sebelumnya menyatakan pentingnya pengembangan bahan bakar dari sumber daya dalam negeri sebagai langkah menuju kemandirian energi.
Komentar 0