Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengakui bahwa penyelundupan balpres ke Indonesia masih berlanjut meskipun penindakan terus dilakukan. Menurut Direktur Jenderal DJBC, Djaka Budi Utama, kondisi geografis Indonesia yang luas dan banyaknya jalur perbatasan menjadi kendala utama dalam pengawasan. Wilayah seperti Selat Malaka dan perbatasan Kalimantan masih menjadi titik rawan penyelundupan.
Keterbatasan personel dan fasilitas pengawasan membuat pemantauan tidak maksimal, sehingga pelaku penyelundupan memanfaatkan situasi ini. Selain itu, tingginya permintaan masyarakat terhadap pakaian bekas impor juga berkontribusi pada praktik ilegal ini. DJBC berkomitmen untuk memperkuat pengawasan dengan memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada.
Komentar 0