Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa ia telah menerima pesan dari seorang WNI yang diduga bergabung dengan militer Rusia. Pesan tersebut disampaikan melalui WhatsApp dan ditujukan untuk Menteri Luar Negeri RI, Sugiono. Meskipun belum ada surat resmi dari WNI tersebut, Kemlu terus berkoordinasi dengan KBRI Moskow dan KBRI Kiev untuk memverifikasi identitas dan kondisi para WNI yang terlibat.
Kemlu juga mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan dalam perekrutan ini, serta mengingatkan bahwa keterlibatan WNI dalam dinas militer asing tanpa izin presiden dapat berakibat pada kehilangan kewarganegaraan. Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina sebelumnya melaporkan adanya delapan WNI yang diduga direkrut dengan tawaran pekerjaan yang menggiurkan.
Komentar 0