Konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal balistik yang menewaskan enam milisi Peshmerga di provinsi Erbil, Irak. Serangan ini terjadi di tengah intensifikasi aktivitas militer Iran yang menargetkan wilayah Irak utara, khususnya pasukan Kurdi yang dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas internal. Kementerian Urusan Peshmerga menyatakan bahwa serangan tersebut melanggar prinsip hubungan bertetangga yang baik.
Selain itu, dua drone juga dilaporkan jatuh di Erbil, menambah ketegangan di kawasan tersebut. Irak kini semakin terjebak dalam konflik regional yang lebih luas, dengan kekhawatiran bahwa wilayahnya menjadi titik nyala bagi serangan terhadap kepentingan Amerika.
Komentar 0