Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa petani di negara-negara eksportir beras mengalami tekanan dan melakukan unjuk rasa akibat Indonesia yang telah mencapai swasembada beras. Sebelumnya, Indonesia merupakan salah satu importir beras terbesar dunia dengan volume impor mencapai 7 juta ton pada 2023-2024. Namun, seiring dengan meningkatnya produksi dalam negeri, pemerintah menghentikan impor beras.
Hal ini berdampak pada pasar global, menurunkan harga beras dari US$660 per ton menjadi US$368 per ton. Amran menegaskan bahwa permintaan untuk membuka kembali impor beras dari pemimpin negara lain tidak akan dipenuhi, demi menjaga motivasi petani Indonesia yang berjumlah 115 juta orang.
Komentar 0