Keributan yang melibatkan pria bergolok di depan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk Sepatan, Kabupaten Tangerang, berakhir damai setelah mediasi yang dilakukan oleh Bupati Tangerang dan Kapolresta Tangerang. Mediasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan agama, yang sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Pria yang membawa golok, Aji Cahyono, meminta maaf kepada jemaat GKPI dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.
Kesepakatan ditandatangani oleh kedua pihak, dan pemerintah daerah akan memfasilitasi tempat sementara untuk ibadah jemaat. Kapolresta Tangerang menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat.
Komentar 0