Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki kemampuan membaca yang lebih baik dibandingkan siswa laki-laki. Dari 90 sistem pendidikan yang berpartisipasi, perempuan mencatat skor lebih tinggi di 89 sistem. Kesenjangan ini semakin melebar dibandingkan asesmen sebelumnya, dengan Finlandia mencatat gap terbesar sebesar 46 poin.
Di negara-negara OECD, 37% siswa laki-laki belum mencapai kemampuan membaca dasar Level 2, sementara hanya 25% siswa perempuan yang berada di bawah level tersebut. Penurunan skor membaca siswa laki-laki dalam beberapa tahun terakhir juga berkontribusi pada melebaranya kesenjangan ini, yang berimplikasi pada partisipasi pendidikan tinggi dan peluang kerja di masa depan.
Komentar 0