Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menyiapkan sistem digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) yang memanfaatkan teknologi biometrik wajah. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data dan memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak. Meskipun demikian, tidak semua penerima bansos saat ini diwajibkan untuk melakukan pemindaian wajah secara langsung.
Uji coba sistem telah dilakukan di Banyuwangi dan akan diperluas ke lebih dari 250 kabupaten/kota sebelum penerapan nasional pada 2027. Penggunaan biometrik wajah diharapkan dapat mempermudah verifikasi identitas penerima dan mengurangi kesalahan data penerima. Saat ini, masyarakat masih dapat memeriksa status penerima bantuan melalui layanan resmi Cek Bansos Kemensos.
Komentar 0