Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) melaporkan peningkatan signifikan impor baja lapis seng (BJLS) dari China, mencapai lebih dari 2 juta ton antara 2023-2025. Ketua KADI, Frida Adiati, menyatakan bahwa temuan ini menjadi dasar untuk memulai penyelidikan antidumping terhadap produk tersebut, yang dianggap merugikan industri dalam negeri. Permohonan penyelidikan diajukan oleh PT Tata Metal Lestari dan PT Arcelormittal Nippon Steel Indonesia.
Dari total impor BJLS Indonesia yang mencapai 2.562.407 MT, sekitar 81 persen atau 2.075.801 MT berasal dari China. KADI akan melakukan penyelidikan ini dalam waktu maksimal 12 bulan, dengan kemungkinan perpanjangan hingga 18 bulan. Pemberitahuan mengenai penyelidikan telah disampaikan kepada semua pihak terkait, termasuk pemerintah China dan Kedutaan Besar RI di China.
Komentar 0