Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menyatakan bahwa Worldskills Competition di Shanghai pada 22-27 September mendatang akan menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Ia menekankan pentingnya ajang ini sebagai standardisasi untuk program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, terutama di era kecerdasan buatan (AI). Fajar juga mengingatkan bahwa meskipun perkembangan AI pesat, pekerjaan teknis tetap dibutuhkan dan pendidikan vokasi harus menyesuaikan jurusan agar lulusan siap menghadapi tantangan tersebut.
Kontingen Indonesia diharapkan tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa pulang pengalaman yang dapat dibagikan kepada komunitas pendidikan vokasi di tanah air.
Komentar 0