Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Barat, Juliadi, menyambut positif kehadiran Norjemah Pihtar, perangkat penerjemah suara dua arah karya mahasiswa Universitas Tanjungpura. Alat ini dirancang untuk menerjemahkan Bahasa Dayak Serawai Ambalau dan Bahasa Indonesia secara real-time dan offline, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Juliadi mengapresiasi upaya tim dalam mengangkat bahasa dan budaya daerah serta memberikan masukan untuk memperluas kosakata yang dapat diterjemahkan.
Kehadiran Norjemah Pihtar menjadi bagian dari upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital.
Komentar 0