Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan bahwa PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA harus melakukan transformasi menyeluruh untuk memperkuat fondasi dan kinerja perusahaan. Saat ini, INKA menghadapi tantangan serius dengan posisi ekuitas negatif, utang yang tidak berkelanjutan mencapai Rp4,7 triliun, dan kerugian sebesar Rp670 miliar. Dony menekankan pentingnya komitmen bersama dari seluruh jajaran perusahaan untuk memperbaiki tata kelola dan aspek fundamental lainnya, termasuk model bisnis dan kualitas produksi.
Transformasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kinerja, tetapi juga menjadikan INKA lebih kompetitif di industri perkeretaapian global, serta berkontribusi pada pengembangan industri nasional.
Komentar 0