Kelompok Tani Makmur di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, memulai panen tembakau dengan total produksi diperkirakan mencapai 546 ton dari lahan seluas 26 hektare. Ketua kelompok, Endri Cahyono, menjelaskan bahwa panen tembakau dilakukan setahun sekali dengan produktivitas rata-rata 21 ton per hektare. Sebagian besar tembakau diserap pasar lokal, terutama untuk rokok linting, sementara pasokan untuk pabrik rokok hanya sekitar 10 persen.
Harga tembakau basah berkisar Rp1.500 hingga Rp11.000 per kilogram, sedangkan tembakau kering mulai Rp130.000 per kilogram. Endri memproyeksikan harga tembakau kering dapat meningkat hingga Rp180.000 per kilogram pada April atau Mei mendatang, seiring tingginya permintaan pasar lokal. Meskipun kondisi kemarau panjang menguntungkan pertumbuhan tembakau, petani juga menghadapi ancaman penyakit layu Fusarium yang dapat merusak tanaman.
Komentar 0