Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa tidak ada ancaman tsunami di Selat Sunda meskipun terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau. Peneliti BRIN, Semeidi Husrin, menyatakan bahwa hasil monitoring selama 24 jam menunjukkan tidak ada anomali gelombang yang dapat memicu tsunami. Informasi ini diperoleh dari pemantauan menggunakan perangkat Inexpensive Device for Sea Level Measurement (IDSL) yang terpasang di Pulau Rakata.
Meskipun aktivitas vulkanik sempat mempengaruhi operasional pemantauan, hasil yang didapat tetap menunjukkan keamanan dari ancaman tsunami. BRIN juga mendorong kolaborasi antarlembaga untuk memperkuat sistem peringatan dini dengan menambah jumlah perangkat pemantau di kawasan tersebut.
Komentar 0