Peneliti dari BRIN, Aditya Pratama, menyatakan bahwa Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada dalam fase inkubasi, sehingga potensi letusan besar masih jauh. Ia menjelaskan bahwa sistem gunung api di Selat Sunda terbagi dalam tiga periode utama, dan pola letusan yang membentuk kaldera dimulai dari tahapan inkubasi hingga letusan besar. Riset terbaru menunjukkan dapur magma Anak Krakatau berada di kedalaman 7,4 hingga 26,6 kilometer, berbeda dengan Krakatau tua dan muda yang memiliki kantong magma dangkal.
Meskipun potensi letusan tetap ada, proses pematangan diprediksi memakan waktu lama, memberikan ruang antisipasi bagi masyarakat. Aditya berharap pemahaman ini dapat membantu pemerintah dalam strategi mitigasi kebencanaan.
Komentar 0