Pemerintah Kota Bandung optimis bahwa pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) dapat mengurangi kemacetan di Bandung Raya, meskipun menghadapi tantangan. Wali Kota Muhammad Farhan menyatakan bahwa kritik masyarakat wajar, mengingat BRT akan mengubah sistem transportasi dan tata ruang jalan. Ia mengakui keprihatinan tentang halte di tengah jalan di beberapa koridor utama, namun menekankan pentingnya inovasi transportasi publik.
Konsep BRT merupakan kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dan Pemkot Bandung berkomitmen untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait proyek ini. Rute awal BRT akan menghubungkan Kiaracondong hingga Alun-alun Bandung, dengan sistem feeder yang terintegrasi untuk mendukung transportasi yang lebih nyaman.
Komentar 0