Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa kemarau panjang yang dimulai sejak akhir Juni 2026 telah menyebabkan krisis air bersih di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Pemalang dan Klaten di Jawa Tengah serta Kabupaten Sidenreng Rappang di Sulawesi Selatan. Penurunan curah hujan mengakibatkan berkurangnya debit sumber air, sehingga ribuan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian.
Di Kabupaten Pemalang, krisis air bersih telah berlangsung sejak 25 Juni 2026, berdampak pada 10.764 Kepala Keluarga (KK) di 22 desa. Untuk mengatasi masalah ini, BPBD Pemalang bersama PMI dan lembaga lainnya telah mendistribusikan 173.000 liter air bersih kepada 2.525 KK.
Sementara itu, di Klaten, kekeringan melanda 11 desa di lima kecamatan, dengan distribusi sekitar 45.000 liter air bersih untuk 557 KK. Di Sulawesi Selatan, kekeringan juga melanda Kabupaten Sidenreng Rappang, yang mempengaruhi 50 KK, dengan bantuan 4.000 liter air bersih telah disalurkan. BNPB terus memantau perkembangan situasi ini.
Komentar 0