Amerika Serikat mendorong penguatan sistem kelistrikan Indonesia agar ekspansi tenaga surya mencapai target 100 GWp. Wakil Menteri Energi AS, James P. Danly, menekankan bahwa meskipun target tersebut ambisius, kapasitas efektifnya hanya sekitar 15 GW.
Ia menyatakan pentingnya ketersediaan pembangkit listrik yang andal dan fleksibel untuk memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat. Danly juga menegaskan komitmen AS untuk menyediakan bahan bakar dan teknologi guna mendukung kebutuhan energi negara-negara mitra, termasuk Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dalam tiga tahun untuk mencapai kemandirian energi, mengingat potensi energi surya Indonesia yang mencapai 3.294 GWp, sementara kapasitas terpasang saat ini baru 1,5 GWp.
Komentar 0