Masuk

Analis: Harga minyak tekan selera risiko investor ke "emerging market"

Harga minyak mentah global yang melonjak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed, membuat investor lebih defensif terhadap pasar emerging, termasuk Indonesia. Elandry Pratama, pengamat pasar modal, menyatakan bahwa investor asing kini lebih selektif, mencermati stabilitas kurs Rupiah dan pertumbuhan ekonomi domestik. Meskipun ada periode net buy, investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp98,2 triliun hingga 11 September 2026, menunjukkan bahwa capital flow masih sensitif terhadap sentimen global.

Baca artikel lengkap di sumber ↗ ✨ Ringkasan senci AI
0

Komentar 0

Berita untukmu

Masuk ke senci

Baca bebas tanpa akun. Masuk untuk menyukai, berkomentar, & personalisasi.
atau pakai email

Pilih minatmu

Biar "Untuk Anda" pas dengan seleramu.
πŸ“„ Artikel saya ✏️ Edit profil ↩ Keluar