Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkap bahwa fenomena antrean panjang BBM bersubsidi di Sulawesi Selatan disebabkan oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi, yang mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite. Kenaikan permintaan ini tercatat mencapai 11 persen secara nasional. BPH Migas memastikan ketahanan BBM tersedia hingga 14 hari ke depan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta PT Pertamina untuk mengatasi masalah ini. Beberapa regulasi, seperti sistem pembelian ganjil-genap dan batas maksimal pembelian, diterapkan untuk mengurangi antrean. Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga juga menegaskan bahwa antrean tidak menunjukkan kekurangan stok, melainkan dipengaruhi oleh permintaan dari sektor pariwisata dan logistik. Pertamina berencana menambah jam operasional SPBU dan meminta dukungan aparat untuk mengatur antrean yang mengganggu ketertiban umum.
BPH Ungkap Penyebab Fenomena Antrean Panjang BBM di Sulsel
Komentar 0