Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa PWI Surakarta memiliki tanggung jawab historis dalam menjaga muruah pers, mengingat PWI lahir di kota tersebut pada 9 Februari 1946. Dalam pelantikan pengurus PWI Surakarta untuk masa bakti 2026β2031, Munir menyampaikan bahwa tantangan media kini berbeda, dengan arus informasi digital yang masif. Pers dituntut untuk membantu masyarakat memilah informasi yang benar di tengah maraknya berita palsu dan disinformasi. Ketua PWI Surakarta, Sri Hartanto, menekankan pentingnya akurasi dalam penyampaian berita, meskipun kecepatan menjadi faktor penting. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, juga mendukung komitmen pengurus baru untuk menghadirkan informasi berkualitas dan kredibel. Pelantikan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Jawa Tengah dan Forkopimda se-Solo Raya.
Ketum PWI: Surakarta punya tanggung jawab sejarah pers Indonesia
Komentar 0