Ekonom dari INDEF, Eko Listyanto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 100 dolar AS per barel memberikan tekanan pada subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Kenaikan ini, meskipun bersifat temporer, dapat berdampak pada inflasi dan memerlukan anggaran kompensasi dari APBN untuk menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil. Eko menekankan pentingnya kebijakan subsidi yang efisien agar tidak membebani anggaran negara, terutama di tengah risiko inflasi yang meningkat akibat penggunaan BBM non-subsidi di sektor industri. Selain itu, situasi alam seperti fenomena El Nino juga dapat mempengaruhi harga bahan baku yang berasal dari minyak bumi.
Ekonom: Kenaikan harga minyak dunia beri beban kompensasi subsidi BBM
Komentar 0