BPH Migas memastikan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan non-subsidi di Sulawesi Selatan terkendali, meski terjadi antrean panjang di SPBU. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan PT Pertamina untuk evaluasi penyaluran BBM, terutama Pertalite dan Biosolar. Sejak 7 September 2026, Pertamina telah memperbaiki kendala antrean dengan meningkatkan stok dan pengiriman BBM secara terjadwal. Saat ini, 25 SPBU di Makassar beroperasi 24 jam untuk mengurangi antrean, dengan penambahan operator dan nosel. Peningkatan konsumsi Pertalite mencapai 1.300 KL per hari, meningkat 160% dari normal. Setelah intervensi, antrean di SPBU mulai terurai dan cenderung landai.
Komentar 0