Harga cabai, khususnya cabai rawit merah, mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai Rp 90.000 per kilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh gangguan produksi akibat cuaca ekstrem dan kekurangan air, yang diperparah oleh fenomena El Nino. Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Tunov Mondro Atmojo, menyatakan bahwa kondisi cuaca panas membuat tanaman cabai gagal berbunga, sehingga produksi menurun. Meskipun ada beberapa daerah di Jawa Timur yang masih memproduksi cabai, volume panennya sangat minim. Kenaikan harga cabai ini diperkirakan akan berlanjut hingga Oktober, sebelum pasokan kembali normal pada November. Di tingkat petani, harga cabai berkisar antara Rp 53.000 hingga Rp 65.000 per kilogram, sementara di pasar induk bisa mencapai Rp 70.000 hingga Rp 75.000. Di pasar konsumen, harga cabai bahkan bisa menyentuh Rp 90.000 hingga Rp 95.000 per kilogram.
Petani Ungkap Penyebab Harga Cabai Melesat hingga Tembus Rp 90 Ribu/Kg
Komentar 0