Sentimen pasar global memasuki pekan baru dengan kehati-hatian setelah data inflasi AS menunjukkan tekanan yang masih kuat. Inflasi konsumen AS bertahan di 3,4% tahunan, sementara inflasi inti bulanan tumbuh 0,3%, lebih tinggi dari perkiraan. Penurunan sentimen konsumen AS menjadi 47,8 menunjukkan dampak tingginya harga pada rumah tangga. Di sisi lain, perhatian investor akan tertuju pada data konsumsi dan tenaga kerja China, utang luar negeri Indonesia, serta neraca perdagangan Jepang. Penjualan ritel AS dan keputusan suku bunga Federal Reserve juga diperkirakan menjadi pusat volatilitas pasar. Kenaikan utang luar negeri Indonesia yang terkendali cenderung netral, tetapi peningkatan tajam dapat menambah perhatian terhadap stabilitas rupiah. Neraca perdagangan Jepang diperkirakan mencatat defisit yang melebar, yang dapat menekan yen. Fokus utama pasar akan tertuju pada keputusan Federal Reserve yang diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dengan perhatian pada arahan kebijakan selanjutnya.
Investor Wajib Baca, Ini Deretan Isu yang Bisa Gerakkan Pasar
Komentar 0