Myanmar kembali menjadi produsen opium ilegal terbesar di dunia, dengan luas lahan tanaman poppy mencapai 53.100 hektare, meningkat 17% dari tahun sebelumnya. Meskipun produksi opium hanya meningkat 1%, negara ini memproduksi sekitar 1.010 ton opium, menjadikannya sebagai sumber utama opium ilegal global. Kenaikan harga opium segar yang mencapai US$329 per kilogram menarik minat petani, sementara konflik dan kemiskinan mendorong masyarakat beralih ke budidaya poppy.
Ketidakstabilan politik setelah kudeta militer pada 2021 memperburuk kondisi ekonomi dan memperlemah pengawasan pemerintah, sehingga memperluas produksi narkotika. Penurunan produksi opium di Afghanistan akibat larangan Taliban membuat Myanmar mengambil alih posisi sebagai produsen terbesar, memperkuat kawasan Segitiga Emas dalam perdagangan narkotika internasional.



Komentar 0