Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengecam kekerasan yang terjadi di Papua, termasuk penyanderaan sembilan perempuan di Distrik Jila dan penembakan tiga ASN di Jayawijaya. Kepala PGI Biro Papua, Ronald Rischard Tapilatu, menegaskan bahwa warga sipil harus dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran konflik bersenjata. PGI menyerukan penghentian semua tindakan kekerasan dan meminta dialog kemanusiaan untuk menyelesaikan persoalan Papua secara damai. Ia menekankan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan perlindungan bagi semua warga sipil, serta perlunya keberanian untuk menghentikan siklus kekerasan yang terus berlanjut.
Komentar 0