Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melaporkan bahwa pemadaman kebakaran di Gunung Bromo melalui helikopter water bombing terhambat oleh cuaca buruk, khususnya angin kencang dan awan tebal. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Satriyo Nurseno, menyatakan bahwa kondisi ini mengharuskan tim untuk memaksimalkan operasi pemadaman darat. Kebakaran yang terjadi pertama kali di Sabana Pengol pada 10 September telah meluas ke Jemplang, dan upaya pemadaman melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi. Dalam dua hari terakhir, BPBD telah melakukan pengeboman air dengan total 32 ribu liter, namun hari ini tidak dapat dilanjutkan. Petugas masih berupaya mengendalikan asap dan mencegah kebakaran merambat ke pemukiman.
Pemadaman kebakaran Gunung Bromo lewat water bombing terkendala cuaca buruk
Komentar 0