DPRD Kalimantan Barat telah menyetujui perubahan APBD 2026 menjadi Rp6,3 triliun, meningkat dari Rp5,75 triliun. Persetujuan ini ditetapkan dalam Rapat Paripurna yang dihadiri Gubernur Ria Norsan. Tambahan anggaran ini akan digunakan untuk mempercepat program prioritas dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Target pendapatan daerah ditetapkan Rp5,80 triliun, sedangkan belanja daerah menjadi Rp6,25 triliun. Krisantus Kurniawan, Wakil Gubernur, menekankan pentingnya transparansi dan efektivitas dalam pelaksanaan program. Pemerintah juga akan menerima bantuan dari pusat sebesar Rp40 miliar untuk penanganan karhutla. Persetujuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
APBD perubahan Provinsi Kalbar naik jadi Rp6,3 triliun
Komentar 0